Saat Anda menyambungkan proxy, Anda memercayakan lalu lintas internet Anda kepada perantara. Namun, apakah perantara itu sendiri dapat dipercaya?
Jawaban singkat: Ya, data Anda bisa dicuri.
Jawaban panjang: Hal ini bergantung pada situs apa yang Anda buka dan jenis proxy apa yang Anda gunakan.
Panduan ini akan membedah mekanisme pencurian data, menjelaskan perbedaan antara lalu lintas "transparan" dan "terlindungi", serta mengajari Anda cara mengenali jebakan.
📦 1. Analogi Kurir (Bagaimana cara kerjanya?)
Bayangkan Anda ingin mengirim surat kepada teman Anda (sebuah situs web, misalnya, https://www.google.com/search?q=google.com).
Alih-alih mengantarkan surat tersebut secara langsung, Anda memberikannya kepada Kurir (Server Proxy). Kurir mengambil surat itu dan membawanya ke teman Anda. Teman Anda menulis balasan, memberikannya kepada Kurir, dan Kurir mengembalikannya kepada Anda.
Di sini muncul dua risiko utama:
Kurir dapat membaca surat tersebut jika tidak berada dalam amplop tertutup.
Kurir dapat menukar surat tersebut dengan menuliskan sesuatu miliknya sendiri di dalamnya.
Di internet, peran "amplop" dimainkan oleh enkripsi HTTPS.
🔓 2. HTTP vs HTTPS: Garis Pertahanan Utama
Sebelum kita membedah skenarionya, mari kita luruskan satu kebingungan yang menakuti 90% pemula.
⚠️ Catatan Penting: Jangan bingung antara "Proxy HTTP" dan "Situs HTTP" Di dalamkatalog CyberYozh App kami, Anda dapat membeli Proxy HTTP atau Proxy SOCKS5. Banyak orang berpikir bahwa Proxy HTTP itu tidak aman. Ini adalah kesalahpahaman yang cukup umum.
Tipe proxy (HTTP atau SOCKS5) — hanyalah "transportasi", cara pengiriman data.
Tipe situs (http:// atau https://) — adalah "pengemasan" data (enkripsi).
Ingat rumusnya: Jika Anda menggunakan Proxy HTTP biasa, tetapi membuka situs yang terlindungi (HTTPS dengan gembok), data Anda sepenuhnya aman. Enkripsi terjadi di browser sebelum data sampai ke proxy.
Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi saat Anda membuka situs yang berbeda:
Skenario A: Anda mengunjungi situs dengan protokol HTTP (Tanpa gembok 🔓)
Ini seperti "kartu pos" tanpa amplop.
Jika Anda menggunakan proxy dan mengunjungi situs lama (http://example.com), pemilik proxy dapat melihat SEGALANYA:
Login dan kata sandi Anda.
Teks pesan yang Anda tulis.
Gambar yang Anda unggah.
Putusan: Pemilik proxy dapat dengan mudah mencuri akun Anda.
Skenario B: Anda mengunjungi situs dengan protokol HTTPS (Dengan gembok 🔒)
Ini adalah "amplop lapis baja yang disegel".
Sebagian besar situs modern (Google, bank, Instagram) menggunakan HTTPS. Dalam hal ini, proxy hanya melihat "Alamat di amplop".
Apa yang dilihat proxy: Ia tahu bahwa Anda mengunjungi facebook.com pada pukul 14:00 dan mengunduh 5 megabyte data.
Apa yang TIDAK dilihat proxy: Ia tidak melihat halaman mana yang Anda buka, login Anda, kata sandi, atau korespondensi Anda. Semua ini berubah menjadi kumpulan karakter yang tidak berarti (sandi).
Putusan: Kata sandi Anda aman... kecuali jika proxy menerapkan trik cerdik (tentang hal ini di bagian 4).
☠️ 3. Proxy Gratis adalah Perangkap Tikus
Mengapa ada begitu banyak daftar "Proxy Gratis" di internet? Siapa yang membayar sewa server dan listriknya?
Jawaban: Anda yang membayar. Dengan data Anda.
Peretas sengaja membuat server proxy gratis ("Honeypots" atau pot madu) untuk memancing korban.
Bagaimana proxy gratis mencuri data:
Injeksi Iklan: Proxy menyisipkan bannernya sendiri di atas situs yang Anda lihat.
Modifikasi Konten: Proxy dapat mengganti tautan "Unduh" dengan tautan berisi virus.
Pengumpulan Metadata: Mereka mengumpulkan riwayat browser Anda dan menjualnya ke biro iklan.
Pencurian Cookie: Meskipun kata sandi dienkripsi, peretas dapat mencoba mencegat "sesi" (file cookie) untuk masuk ke akun Anda tanpa kata sandi.
Aturan Emas: Jika Anda tidak membayar untuk sebuah produk, maka produknya adalah Anda. Jangan pernah memasukkan data kartu bank melalui proxy gratis.
🕵️ 4. Ancaman Lanjutan: Serangan MITM dan Pemalsuan Sertifikat
Ada cara di mana penyerang dapat membaca lalu lintas HTTPS yang terenkripsi sekalipun. Ini disebut Man-in-the-Middle (Orang di Tengah).
Bagaimana cara kerjanya:
Server proxy memberi tahu browser Anda: "Halo, saya adalah https://www.google.com/search?q=Google.com, ini paspor (sertifikat keamanan) saya". Jika komputer Anda memercayai paspor palsu ini, proxy akan dapat mendekripsi lalu lintas, membacanya, mengenkripsi ulang, dan mengirimkannya ke Google yang asli.
Cara melindungi diri:
Untungnya, browser modern sangat pintar. Jika proxy mencoba menyodorkan sertifikat palsu, browser akan mengeluarkan peringatan merah besar: "Koneksi Anda tidak aman" atau "Kesalahan sertifikat".
Jangan pernah mengabaikan peringatan ini saat bekerja melalui proxy!
Pengecualian: Pada komputer perusahaan (di kantor), administrator sistem mungkin sengaja memasang "sertifikat akar" untuk membaca lalu lintas karyawan secara legal. Namun, ini adalah masalah kebijakan korporat, bukan peretas.
🛡️ 5. Apa Saja yang Dilihat Pemilik Proxy? (Check-list)
Untuk visualisasi, inilah yang dilihat oleh administrator server proxy:
Tipe Data | Melalui HTTP (Bahaya) | Melalui HTTPS (Aman) |
Situs yang Anda kunjungi | ✅ Terlihat (example.com/login) | ✅ Terlihat (hanya domain example.com) |
Login/Kata Sandi Anda | ✅ TERLIHAT! | ❌ Tidak terlihat (sandi) |
Korespondensi Anda | ✅ TERLIHAT! | ❌ Tidak terlihat (sandi) |
Nomor Kartu | ✅ TERLIHAT! | ❌ Tidak terlihat (sandi) |
File Cookie | ✅ Terlihat | ❌ Tidak terlihat (biasanya Secure Flag) |
IP Asli Anda | ✅ Terlihat | ✅ Terlihat |
💡 6. Bagaimana Cara Mengamankan Diri? (5 langkah)
Gunakan proxy privat berbayar.
Layanan yang menjual proxy dengan uang bergantung pada reputasi. Tidak menguntungkan bagi mereka untuk mencuri kata sandi Anda, karena satu skandal akan menghancurkan bisnis mereka.Perhatikan "Gembok".
Pastikan di bilah alamat browser terdapat ikon gembok (HTTPS). Jika tidak ada - jangan masukkan data pribadi apa pun di situs tersebut.Jangan pasang sertifikat yang tidak jelas.
Jika untuk menggunakan proxy Anda diminta mengunduh dan memasang file .crt atau "sertifikat akar" ke sistem Windows/Android — segera tinggalkan. Ini memberi pemilik proxy akses penuh ke lalu lintas terenkripsi Anda.Aktifkan 2FA (Otentikasi Dua Faktor).
Bahkan jika (secara hipotetis) proxy mencuri kata sandi Anda, peretas tidak akan bisa masuk ke akun tanpa kode dari SMS atau aplikasi Authenticator.Gunakan proxy yang berbeda untuk tugas yang berbeda.
Jangan masuk ke perbankan online melalui proxy yang sama yang Anda gunakan untuk parsing situs atau bermain game.
Kesimpulan
Proxy adalah alat yang ampuh, bukan sumber ancaman. Risiko pencurian data hanya nyata jika menggunakan layanan gratis yang meragukan atau saat mengunjungi situs yang tidak terlindungi (HTTP).
Gunakan penyedia berbayar tepercaya seperti CyberYozh App, perhatikan HTTPS, dan data Anda akan tetap menjadi milik Anda.
👉 Mencari proxy yang dapat dipercaya? Kami tidak menyimpan log tindakan Anda dan menjamin anonimitas penuh. Cobalah proxy aman kami: Server, Residensial, dan Mobile.
